
Pasaman Barat, wahanainvestigasi.com – warga Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengeluh karena sungai Batahan yang dahulu jernih dan digunakan untuk semua keperluan kini ibarat tinggal kenangan
Sebab, sejak berjalan praktek tambang di hulu sungai Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat Sumatera Barat, air sungai keruh dan tidak layak dimanfaatkan masyarakat lagi. Kondisi ini menyebabkan hidup masyarakat di hilir sungai khususnya warga Kecamatan Batahan Madina makin kesulitan air bersih
Desa Batu Sondat Kecamatan Batahan Kabupaten Madina, desa yang berbatasan dengan Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat. Warga Batu Sondat merasakan dampak langsung, sungai yang dahulu digunakan untuk MCK (mandi, cuci, kakus) sekarang tercemar dan tidak dapat digunakan.
Zulfikar, selaku Kades Batu Sondat mengeluhkan kondisi ini. Ia menyebut sejak ada kegiatan tambang yang diduga ilegal itu beroperasi di hulu sungai masyarakat Batahan sulit mendapatkan air bersih
“Kegiatan tambang di hulu sungai itu seolah jadi racun bagi masyarakat kami. Warga kami kesulitan air bersih, sungai Batahan semakin keruh dan tidak layak digunakan,” ujar Zulfikar kepada mohganews, Minggu (29/1/2023)
Talkisman, pemuka agama di Kecamatan Batahan menambahkan, selaku masyarakat Madina ia mendukung aksi demo masyarakat Pasaman Barat yang menolak kegiatan tambang di Ranah Batahan Sumbar.
“Kami dari masyarakat mandailing Natal khususnya Kecamatan Batahan setuju dengan tuntutan masyarakat Taming, karena kamipun merasakan dampak lingkungan, khususnya daerah aliran sungai yang sudah tercemar, tidak pernah melihat lagi air sungai jernih,” ungkapnya.
