
Pasaman, WahanaInvestigasi.com
Pemerintahan Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Mitigasi Bencana yang dilaksanakan pada tanggal 5-6 Juni 2024 di Gedung Pertemuan Anak Nagari Durian Tinggi, Senin (05/06/2024).
Kegiatan dibuka oleh Wali Nagari Durian Tinggi Hendra Gunawan yang dihadiri oleh Camat Lubuk Sikaping, Lotfriedo Ra S.STp.,M.M., Pendamping Desa Kecamatan Lubuk Sikaping Darman, Babinkamtibmas Nagari Durian Tinggi Brigadir Kepala Kurniawan Putra, Ketua Bamus Arsali Susandi, Ketua TP. PKK Nagari Durian Tinggi Ny. Ita Hendra Gunawan, Ketua LPM Magari Durian Tinggi Irwan Ramadani,S.H, Sekretaris Nagari Fitri Susanti,S.Pd, Kepala Jorong Se Kenagarian Durian Tinggi, Pendamping Lokal Desa Fero Aptriade dan Peserta Pelatihan.
Pelatihan Mitasi Bencana Nagari Durian Tinggi ini sangatlah penting dan bermanfaat. Dimana tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang akan timbul di Nagari Durian Tinggi ungkap nyiak wali.
“Dalam kegiatan ini bagi peserta harus memanfaatkan pelatihan dengan baik dan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir.
Selanjutnya ada kegiatan simulasi, tapi sebelum dilakukannya simulasi,” katanya.
Dengan adanya pelatihan dan simulasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, wawasan dan kapasitas mereka tentang kebencanaan. “Serta akan menambah kemampuan dalam merespon bencana,” pungkasnya
.
Camat Lubuk Sikaping Lotfriedo Rama, S.STp.,M.M., Dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap upaya pelatihan untuk penanggulangan bencana. Lanjutnya beliau menyampaikan harapan kedepannya bahwa Nagari Durian Tinggi bisa menjadi Nagari yang mandiri dalam hal penanggulangan bencana dan dapat menjadi Nagari Tangguh Bencana.
Pada kesempatan tersebut Camat Lubuk Sikaping yang juga merupakan Anak Nagari Durian Tinggi memaparkan bahwa bencana alam sejatinya adalah hasil interaksi manusia dengan alam.Kunci ketangguhan bencana adalah mampu mengenali potensi, menganalisa penyebabnya, mengantisipasi dan meminimalisir resiko, menyelamatkan diri dan keluarga dan terakhir adalah mampu bangkit dengan cepat untuk pulih seperti sediakala.
Melalui pelatihan ini di harapkan peserta memiliki pengetahuan dan informasi dasar relawan sehingga pada saat terjadi bencana dapat berfungsi dengan maksimal, efektif dan efisien serta mengetahui tugas dan fungsinya sebagai relawan tutupnya.