Seorang Pria Asal Pasaman Menjadi Korban Penipuan jual Beli Mobil

Pasaman Barat, WahanaInvestigasi.com Dugaan kasus penipuan pembelian satu unit mobil Sigra BA 1218 PAA terjadi pada seorang pria asal Pasaman bernama JM. Akibatnya ia pun mengalami kerugian mencapai 43 juta rupiah.

Menurut JM ,kronologinya berawal memang saya ingin membeli sebuah mobil, lalu ditawari langsung oleh bos kerja untuk mencarikannya dapatlah mobil tetapi surat sebelah, menurut JK mobilnya aman tidak ada masalah. Karena mobil ada selendang. Jadi menunggu waktu sekitar satu minggu sudah jadi.

“Biaya pembayaran Selendang senilai Rp 3.300.000 sudah ditransfer ke rekening Uci Rovia pada tanggal 15-12-2024 dengan perjanjian selendang mobil bisa selesai cepat. Al hasil belum juga selesai,”jelas JM.

Ia mengungkapkan, tidak hanya pembayaran Selendang saja, pihaknya juga lanjut untuk melakukan pembayaran pembelian 1 unit mobil seharga 38 juta ditambah panjar 2 juta.

“Jadi untuk pembayaran pelunasan mobil itu ada dua rekening yang berbeda yaitu Fany Indriyani dan Uci Rovia yang mengaku sebagai agen mobil tersebut. Jadi total secara keseluruhan kerugian mencapai 43 juta,”ungkap Jamali.

Lebih lanjut JM menyampaikan bahwa, permasalahan ini belum selesai. Pihak mega baru mengirim 2,5 juta dari perjanjian pada saat ditemui di Padang sebanyak 5 juta diangsur, nyatanya hanya 2,5 juta saja.

“Selebihnya sampai saat ini belum ada itikad untuk menyelesaikannya, padahal sudah didatangi dua kali ke rumah Rudi sebagai petugas yang disuruh Mega untuk menjemput mobil ke rumah saya di Sitombol, kecamatan Padang gelugur, kabupaten Pasaman.

“Saya hanya mengira tidak ada permasalahan, sebab JK bos saya yang memberitahu ke Mega maka saya kasih saja kunci mobil tersebut.

Saya meminta permasalahan ini secara transferan dan jelas diselesaikan, kerugian mencapai puluhan juta dengan hasil keringat hangus begitu saja,”pungkasnya.

Sementara itu, ketua Forum Komunikasi Wartawan Indonesia FKWI Provinsi Sumbar menilai permasalahan ini harus segera diselesaikan dengan baik. Jangan sampai ada pihak menjadi korban.

“Mohon diselesaikan secara baiklah. Ketika ditanyai jangan sampai diblokir. Ada apa sampai no wartawan hingga di blokir. Padahal bertanya. Ini main-main nampaknya,”tegasnya

saat dikonfirmasi terkait penyelesaian, pihak Mega selalu berkilah ketika ditanya soal penyelesaian ganti mobil atau pun uang tersebut tidak ada kejelasan.

“Kami juga terus berupaya untuk komunkasi menanyai permasalah tersebut, namun tidak ada jawaban dan No Hp kita pun di blokir oleh Mega,”tutup Pandapotan.

Exit mobile version