
Pasaman Barat, Wahana Investigasi.com Forum Komunikasi Wartawan Indonesia (FKWI ) Pasbar gelar kegiatan SOSIALISASI KEKERASAN VERBAL TERRHADAP ANAK di SMAN 2 Pasaman yang di hadiri Wakil ketua DPRD Pasbar Supriono, Dinas DPPKBP3A Pasbar Mulyadi, S.sos serta kepala sekolah SMAN 2 Pasaman Nini Mursini M.pd pada Senin (27/4/2026).
Acara di buka langsung Oleh ketua DPW FKWI SUMBAR PANDAPOTAN serta dihadiri majelis guru dan tamu undangan.
Supriono menyampaikan ini adalah reses DPRD kegiatan yang di jalankan sebagai wakil Rakyat dalam rangka menyerap Aspirasi.
Mulyadi, S.Sos dalam paparannya mengatakan Setiap orang tua harus waspada terhadap dampak kekerasan verbal terhadap anak yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Anak yang mendapatkan stimulasi baik maka tumbuh kembangnya pun akan terarah dan lebih cepat daripada anak yang tidak mendapatkan stimulasi.
Anak yang tumbuh dengan pemberian hukuman atau ganjaran yang tidak wajar berpotensi mengalami stres. Dampak lain yang ditimbulkan akan membuat anak menarik diri dari lingkungannya, kurang percaya diri, anak mengalami gangguan emosi, terlambat bicara, nafsu makan menurun dan lainnya.
Salah satu kekerasan verbal yang tidak disadari orangtua adalah sering menyalahkan anak dengan nada yang menyakiti hati dan perasaan serta dilakukan berulang kali.
Jika hal itu terus dilakukan maka, anak akan merasa terkucilkan, merasa tidak dibutuhkan hingga membuat anak menjadi rendah diri, hal ini tentunya akan berpengaruh pada aspek perkembangan yang lain.
Untuk mengetahui lebih lanjut terkait apa saja pemicu kekerasan verbal, berikut faktor-faktor penyebab kekerasan verbal pada anak:
- Kekerasan verbal pada anak diawali dengan munculnya perilaku yang buruk dari anak sehingga menyebabkan orang tua melakukan tindakan kekerasan verbal.
- Anak yang kurang perhatian akan memunculkan perilaku yang buruk karena ingin menarik perhatian dari orang dewasa di sekitarnya
- Kekerasan verbal juga bisa muncul ketika anak menunjukkan ketidakmampuan dirinya dalam menyelesaikan suatu tugas yang terbilang mudah.
Ada cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kekerasan verbal terhadap anak:
- Orang tua harus mampu mengendalikan emosi ketika berkomunikasi dengan anak
- Berdialog dengan anak untuk mengetahui alasan sang anak melakukan kesalahan
- Orang tua sebaiknya tidak mengulangi kesalahan yang sama terhadap anak
- Orang tua seharusnya menjadi pemutus mata rantai kekerasan verbal
- Apabila orang tua melakukan kekerasan verbal terhadap anak hendaknya segera meminta maaf kepada anak.
Dalam mendidik dan juga memantau tumbuh kembang anak diperlukan kerjasama yang baik antara pihak keluarga sekolah orang tua dan masyarakat agar anak tidak mengalami kekerasan verbal.